Kejahatan seolah tidak ada habisnya. Itulah kalimat yang menurut saya cukup beralasan diutarakan melihat fenomena yang terjadi di sekeliling kita selama ini. Di tengah kepanikan pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini, kita dibuat beralih perhatian sejenak dengan munculnya tweet seorang mahasiswa di Surabaya yang mengaku mengalami pel ecehan seksual yang tidak biasa terjadi, yaitu fetishistic disorder (kelainan fetish). Dia memberikan judul thread -nya di Tweeter tersebut “Predator ‘Fetish Kain Jarik’ Berkedok Riset Akademik dari Mahasiswa PTN di SBY”. Pada Kamis malam (30 Juli 2020) kemarin mendadak viral dan ramai dibicarakan oleh warganet. Dapat Anda baca di https://surabaya.kompas.com/read/2020/08/01/14580041/fetish-kain-jarik-berkedok-riset-di-surabaya-ini-4-fakta-penting-yang-perlu?page=all Pada tulisannya, dia bercerita jika pelaku memaksa korbannya untuk membungkus seluruh tubuhnya dengan kain jarik setelah sebelumnya kaki, tangan, mata, serta telinga ditu...